Lalu
ketika aku tersadar sedang berada dalam ruang kebencianmu
dalam
ruang amarah dan kau tak lagi memerlukan aku untuk berteduh,
aku
akan menunggu semesta berikan amanahnya.
Karena
hanya semesta yang selalu punya jawaban untuk segala tanya,
hanya
semesta yang selalu berikan cerita bahkan ketika kau mengunci rapat-rapat mulut
dan hatimu.
Nanti,
ketika aku sudah terlepas dari ruang bencimu yang begitu sesak,
maka
semesta akan segera membawamu pulang.
Karena
begitulah yang aku tahu,
semesta
akan membawa pulang apa yang seharusnya pulang.