Bersama
kamu pada sepertiga malam hari itu. Ketika itu kamu bilang padaku bahwa setiap hari kamu selalu memberikan cinta satu demi satu untukku. Lalu aku bertanya, “Jadi, cinta untukku yang
ada di dalam hatimu bisa saja habis ya?”.
Kamu menjawab, “Tidak. Cinta yang ada di dalam selalu
bertumbuh, selalu mekar..”
“Berarti seperti bunga, ya? Bisa layu dan mati jika tidak
tersirami..”
“Tetapi cintaku adalah edelweiss. Tidak akan kering,
tidak akan mati, bagaimanapun musim dan cuacanya..”