Minggu, 09 Februari 2014

untuk yang kerap menghilang

selamat sore yang hampir menghilang.

sekarang ini, hampir setiap hari, sore yang selalu menjadi teman menulis. bersama sebungkus cokelat dan segelas kopi di dalam ruangan ini, aku masih saja akan menulis tentang kamu. aku masih akan menulis tentang kamu dan perjumpaan denganmu. aku masih akan menulis tentang perjumpaan di sore hari yang selau indah dan selalu menjadi keinginanku.

sore ini tidak ada hujan. pelangi pun. begitu juga kilau yang keemasan. sore ini membawa angin yang cukup sejuk dengan aromamu di dalamnya. mungkinkah ada kamu di dekat sini? atau mungkin sengaja kamu taburkan aroma tubuhmu ke dalam angin agar dibawakannya untukku?

kopiku mendingin. cokelatku sudah mulai habis. aku kelelahan mengharap-harap. aku kelelahan membayang-bayangkan. tapi aku terus saja menulis tanpa tahu akan ada berapa sore lagi yang kuhabiskan dengan perjumpaan yang belum juga ada.

selamat sore yang hampir menghilang, untuk yang kerap menghilang.