Dari seseorang yang kusebut dirinya kekasih
aku belajar sesuatu
tentang bagaimana menghidupi diri sendiri
dan merawat harapan-harapan hingga menjadi rencana yang matang.
Dari seseorang yang kusebut dirinya kekasih
aku belajar mencintai dan percaya pada diri sendiri
juga tentang lebih banyak memberi
dan berani menatap baik ke depan maupun ke belakang.
Dari seseorang yang kusebut dirinya kekasih
aku belajar bersama dengannya
tentang: bukan siapa yang memberi lebih banyak
atau siapa yang lebih dulu memberi dan mencari,
tapi tentang kepercayaan dan toleransi yang besar yang harus dipunyai berdua,
juga tentang semangat yang tidak boleh patah meski dihantam kelelahan yang beribu-ribu banyaknya.