Lelahmu selalu pulang pada tubuh perempuan yang diam.
Matamu selalu tenggelam pada bibir perempuan yang diam.
Napasmu selalu terengah dan melingkar rapat-rapat pada tengkuk perempuan yang diam.
Aria:
Kamu menunggu malam pulang bersama perempuan yang diam.
Kamu melewati lorong-lorong senja yang carut-marut merahnya bersama perempuan yang diam.
Kamu habiskan banyak peluh di atas gumpal awan yang lelah bersama perempuan yang diam.
Aria:
Kamu melihat perempuan yang diam menjelma waktu.
Kamu melihat perempuan yang diam menyihir waktu lalu menjelma jadi aku.
03/15/15