Minggu, 07 April 2013

hujan, dan kawannya.

aku sedang diam, duduk menepi agar dapat memandangimu dengan lebih leluasa, hujan.
sudah dua hari. ini yang kedua. kau datang dan menemani aku yang sedang gemar duduk menepi.
hari ini kau membawa serta udara dingin yang sungguh, rasanya makin lama makin menjalar ke seluruh tubuhku, dan itu menyiksa.
tapi tak jadi masalah. rasa yang menyiksa seperti ini bukan yang kali pertama.
aku masih duduk menepi. merasakan percikan airmu yang mulai membasahi wajah dan tubuhku.
tapi aku sadar, rupanya kau hanya membasahi tubuhku.
lalu yang membasahi wajahku ini?
tentu saja kawanmu, yang tidak turut serta membawa udara dingin yang menyiksa, yang tidak memercikkan airnya pada tubuhku, yang mendaratkan airnya yang hangat di permukaan pipiku, yang kerap kalian sebut dengan air mata.