adalah sore yang kamu ambil. adalah sore yang kamu abadikan. ketika itu kita beranjak mengelilingi jogja untuk mencari matahari yang telah tiga hari bermalas-malasan dan bersembunyi. ketika sore bermatahari saat itu hampir berakhir, kita, kamu lebih dulu, menemukan selembar sore yang hampir berkilau dari balik dedaunan di pohon, seperti yang selalu kuingat bahwa kamu sangat suka pepohonan. kamu menemukan sepotong sore yang beranjak merah keemasan, seperti cintaku kepadamu yang selalu bersemu merah. aku selalu mencintai sore yang membawa kita pada perjumpaan. ingatkah bahwa pertemuan kita untuk kali pertama adalah di waktu sore yang juga memerah?
adalah sore yang kuambil. adalah sore yang kuabadikan. ketika itu aku beranjak menuju jogja untuk mencari jawaban dari pengharapan yang menyiksa sekian lama. ketika sore bermatahari saat itu hampir berakhir, aku menemukan sepucuk sore yang menguning dan mengkilat bagai sore yang selalu baru, seperti cintamu kepadaku yang selalu baru, katamu. aku selalu merindu sore yang membawa kita pada perjumpaan. ingatkah bahwa pertemuan kita seterusnya adalah di waktu sore yang juga beranjak merah?
yang selalu mengharap temu di soremu, juga soreku
fa.

