sore ini aku menulis surat di tempat yang berbeda. tidak ada segelas kopi, sebungkus cokelat, atau semangkuk mie seperti biasanya. aku menulis surat sambil mendengarkan suara orkestra perutku yang semakin beringas. aku kelaparan. akan kuselesaikan terlebih dulu menulis untuk kamu, baru aku dapat mengisi perut dengan lega.
masih tentang perjumpaan. masih tentang sore yang menjadi waktu perjumpaan kita kali pertama. masih tentang tempat ini yang menjadi tempat perjumpaan kita kali pertama. masih tentang sore yang menjadi waktu perjumpaan kita seterusnya. sore yang hujan. sore yang memerah. sore yang menguning dan mengkilap. sore yang berpelangi, terkadang.
entah. sore kali ini rasanya ingin sekali menuliskan untuk kamu hingga tuntas. tetapi sulit sekali. bagaimana dengan menuliskan ulang sepucuk syair yang telah pernah tertulis ini?
semoga masih ada banyak sore.
semoga masih ada banyak sore yang hujan.
semoga masih ada banyak sore yang memerah.
semoga masih ada banyak sore yang menguning dan mengkilap.
semoga masih ada banyak sore...... yang berpelangi.
yang masih menghitung begitu banyak sore,
dila.