Beberapa hari lalu aku terjaga saat dini hari karena
batuk-batuk. Ditambah udara waktu itu sedang sangat dingin. Rasanya sampai sakit
sekali. Padahal aku baru berhasil tidur
kurang dari satu jam, dan terpaksa bangun lagi karena batuk yang cukup parah.
Beberapa detik setelah aku terjaga dan menyelesaikan batuk
sialan itu, aku baru menyadari kalau di kedua telingaku masih terpasang
earphone yang menjadi sumber suara satu-satunya pagi itu. Sebuah lagu cinta
yang sedih terpaksa mendarat di telingaku. Dan langsung saja ada air yang
hangat ikut-ikut meluncur di pipi, yang makin lama bukan makin surut tapi makin deras.
Aku sesenggukan dan batuk lagi. Juga tidak dapat melanjutkan
tidurku lagi setelahnya.