Nyaris setiap hari kurasakan ini
Energi yang masih menyala, membara
tapi mengendap
di dalam tubuh yang terlalu letih untuk kembali seperti sedia kala
juga isi kepala yang ingin sekali meledak setiap harinya.
Nyaris setiap hari aku perlu pertolongan
dalam bentuk apa saja, kadang bisa juga datang dari mana saja.
Nyaris tidak bisa kutemukan lagi teman bicara
mendengar dan menerima
memeluk dan menyambut dengan sehangat-hangatnya.
Nyaris aku gila.
Nyaris aku gila.
Nyaris aku.
Nyaris.