Tidak luput satu detik pun aku memaknai setiap hari yang tersisa
Meski hanya dalam bayang-bayang, aroma tubuhmu tidak berbeda
Tetap bak sukma, dan terlalu melekat dalam-dalam.
Aku tahu
Bagimu tanda titik itu begitu terburu-buru dan tentu saja, melukai
Karenanya kusematkan diam-diam tanda koma sesudahnya
Lalu kularungkan ke laut dan kulambungkan ke luar angkasa
Hingga kelak di antara keduanya kita kembali berjumpa, mungkin saja.