Sabtu, 28 Juli 2012

Lelaki Senja

Ini adalah paras dari Senja yang sekian lama dipuja-puja oleh beberapa manusia. Begitu juga olehku.
Lihatlah dengan cermat. Dia ingin menampakkan rupanya yang sedang tersenyum karena begitu bahagia, padahal jauh di dalam pusaran hatinya dia sedang berduka. Mungkin dia tak ingin mengecewakan hati kami, para pemujanya.




Sudah lama aku jadi pemujanya (bukan pemuja rahasia, aku pemuja yang terang-terangan mengaguminya). Kuberitahu kalian tentang rahasia penting ini. Salah satu alasan mengapa aku begitu mengaguminya adalah kilau oranye keemasannya yang saat itu menjadi saksi pertemuanku dengannya, Lelaki Senja.




Bagaimana kabarmu? Apa kau ingat tentang Senja yang selalu menemani kita untuk bertemu? Itu karena memang hanya sebatas senja yang bersedia memberikan ruang untuk kita bertemu melepas rindu, meski sekedar beradu tatap atau tersenyum malu. Begitulah kau ku sebut Lelaki Senja.